Thursday, March 5, 2015

PRESTASI DIRI


1.    Pengertian Prestasi Diri
Prestasi diri adalah suatu hasil usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang sebagai suatu kebanggaan.

2.       Bentuk – bentuk Prestasi diri
Berbagai macam prestasi diri misalnya:
-          Prestasi belajar
-          Prestasi kerja
-          Prestasi dibidang seni
-          Prestasi dibidang olah raga
-          Prestasi dibidang lingkungan hidup dan sebagainya

3.       Ciri – ciri orang yang memiliki prestasi diri
Adapun ciri-cirinya sebagai berikut:
a.       Berorientasi pada masa depan
b.      Berorientasi pada keberhasilan
c.       Berani mengambil resiko
d.      Memiliki rasa tanggung jawab
e.      Menerima dan menggunakan kritik sebagai umpan balik
f.        Kreatif serta mampu mengelola dengan baik

4.       Faktor – faktor yang mempengaruhi prestasi diri
Ada dua macam  faktor yaitu :
a.       Faktor dari dalam diri seseorang antara lain: bakat, kepandaian/kecerdasan, minat, kebiasaan, motivasi, pengalaman, kesehatan, emosi.
b.      Faktor dari luar dirinya antara lain: keluarga, sekolah/pendidikan, masyarakat, lingkungan, sarana prasarana, tingkat sosial ekonomi, kesempatan.

5.       Arti penting prestasi diri
a.       Bagi diri sendiri adalah sebagai berikut:
-          Prestasi dapat menjadi pertanda atau indikator kualitas yang dicapai dari suatu kegiatan
-          Prestasi dapat menjadi pengalaman berharga atau bekal untuk masa depan
-          Prestasi dapat menjadi kebanggaan bagi diri sendiri
-          Dapat meningkatkan harga diri
-          Dapat digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan seseorang
b.      Bagi keunggulan bangsa dan negara adalah sebagai beikut:
-          Dapat meningkatkan harga diri bangsa dimata dunia
-          Prestasi dapat menjadi pertanda atau indikator kualitas yang dicapai dari suatu bangsa
-          Sebagai suatu kebanggaan bagi bangsa dan negara
-          Menumbuhkan semangat untuk berusaha mencapai kemajuan bangsa.


Saturday, February 28, 2015

Resensi Novel Bunga Cantik diBalik Salju



Resensi Novel Bunga Cantik diBalik Salju

Judul  : Bunga Cantik di Balik Salju
Penulis  : Titik Andarwati
Penerbit  : Diva Press
Dimensi  : 14 cm x 20 cm
Tebal  : 458 halaman


SINOPSIS NOVEL
Di usia yang masih sangat muda, 19 tahun, Lana telah memutuskan untuk mengasuh Denniz, anak dari sahabatnya yang meninggal sewaktu melahirkan. Ayah si bayi sendiri, Brian, tidak mau mengakui anaknya. Pertentangan dari keluarga Lana jelas terjadi walau akhirnya mereka menerima Denniz dan membantu merawatnya. Hidup yang berat bagi Lana. Di usianya yang ke-25, dia memutuskan untuk tinggal sendiri bersama Denniz dan membiayai sendiri hidupnya dengan bekerja sebagai staf pengajar pada sebuah lembaga pendidikan asing. Memiliki Denniz selama 6 tahun membuat Lana kebal saat orang-orang menatapnya dengan kagum, iba, sinis, ataupun jijik saat Denniz memanggilnya “mama”. Semua itu tidak mengubah apa pun, dia tetap mencintai Denniz dan menganggap keputusannya untuk mempertahankan Denniz adalah keputusan terhebatnya.

Cintanya kepada Denniz menjadikan dirinya mengabaikan kebutuhan dirinya sendiri, termasuk kebutuhan akan seorang laki-laki yang seharusnya mulai ia pikirkan untuk mendampingi hidupnya kelak. Hingga suatu hari, hadirlah sosok Dhimas, laki-laki keren dan pujaan banyak wanita memasuki kehidupan Lana. Dhimas yang hanya mengetahui bahwa Lana adalah seorang Ibu dengan satu anak menerima Lana apa adanya, seburuk apapun masa lalu Lana tanpa ia tau keadaan yang sebenarnya. Namun tidak semudah itu untuk Lana menerima Dhimas sebagai pendamping hidupnya, serta menjadi pabrik figur seorang Ayah untuk Denniz. Butuh pertimbangan yang tidak sedikit untuk hal itu, hingga ia memutuskan untuk menerima Dhimas sebagai Suaminya.

Akhirnya, Lana menerima Dhimas, dan mereka segera menikah. Hingga suatu ketika Dhimas mempertemukan Lana dengan keluarga besar Dhimas, terbukalah rahasia besar bahwa sebenarnya Lana belum pernah melahirkan seorang anak dan membuat Dhimas sangat terkejut. Lana dan Dhimas akhirnya resmi menikah.

UNSUR INTRINSIK NOVEL
1. Tema
Seorang wanita yang kuat dan tegar, memiliki hati yang baik untuk merawat seorang bayi sahabatnya ketika ia sendiri masih sangat muda. Perjuangan hidup seorang wanita yang mandiri. Wanita yang mengagumkan, rela dicap 'tidak benar' oleh tetangga-tetangganya demi merawat Denniz.
2. Tokoh
* Tokoh Utama  : Maulana Andara Restu
* Tokoh Kedua  : Denniz
* Tokoh Ketiga  : Dhimas Mahesa
* Tokoh Pembantu  : Megan, Fany, Dhyas, Yudha, Rindra, Pak Sinclair, Ruben, Yudha, Brian
* Tokoh Piguran  : Pak Rudi, Bu Rina, Hendra, Diki, Anggra, H. Bakrie, Emi
3. Penokohan :
* Maulana Anadara Restu : Sosok perempuan yang kuat dan tegar, keinginannya untuk mandiri sejak muda, dan sangat menyayangi Emi sahabatnya yang telah meninggal, juga sangat menyayangi anak angkatnya yaitu Denniz.
* Denniz : Anak kecil yang lucu, pintar, cuek dan manja.
* Dhimas Mahesa : Sosok laki-laki tampan, cuek dan mapan. Ia sangat menyayangi Denniz dan Lana.
4. Alur
Alur maju mundur, dimana novel menceritakan keadaan Lana saat itu kemudian harus kembali kepada masa lalu untuk menjelaskan alasan mengapa Lana akhirnya membesarkan Denniz sebagai seorang Ibu. Dan akhirnya kembali maju dengan menceritakan Lana dan Dhimas akhirnya menikah.
5. Sudut Pandang
Sudut pandang orang pertama
6. Amanat
Tidak ada anak yang dilahirkan dengan keadaan haram. Perbuatan orang tuannya lah yang haram. Karena aku mencintai kamu. Perempuan akan lebih bisa bertahan kalau dia dicintai daripada harus mencintai. Dan aku mencintai kamu. Dandelion adalah bunga liar yang kuat. Bahkan, saat tumbuhan lainnya mati, dandelion tetap hidup. Menahun. Dandelion bisa hidup di mana saja asalkan ada sinar matahari. Di sela-sela batu, di dekat rel kereta api, ataupun di retakan-retakan trotoar pun ia bisa hidup. Dan, aku pun ingin seperti itu. Hidup seperti dandelion. Jadilah diri sendiri dan selalu bersyukur tentang apa yang sudah Tuhan berikan.

KEUNGGULAN NOVEL
Novel ini mengajarkan kita akan apa arti tegar, kuat, mandiri dan cantik sebenarnya. Sebuah bacaan menarik yang sangat inspiratif. Kata-katanya mudah dipahami
Pewatakan tokoh mudah dipahami dan digambarkan secara jelas. Alur cerita mudah dipahami meski alur maju mundur, dan alur tersebutlah yang membuat kita menjadi semakin penasaran.

KELEMAHAN NOVEL
Halaman novel cukup tebal, ada beberapa sesi cerita yang cukup panjang dan sedikit membosankan karena intinya sama saja.

KESIMPULAN
Novel ini pantas dibaca untuk siapa saja, terutama untuk wanita. Sesuai konsep nya yang inspirasional, novel ini memberikan kita banyak inspirasi, pesan dan kesan yang dapat mengalir hingga ke lubuk hati dan pikiran. Sebuah novel yang mudah dipahami karena menggunakan bahasa yang sederhana.


Menganalisis Unsur Instrinsik Novel Remaja



Menganalisis Unsur Intrinsik Novel Remaja
“Permainan Maut”


1.     Tema                              : Horor

2.     Penokohan 
a.                  Protagonis
Tony Senjakala    : suka membantu teman, bertanggung jawab
Markus  Mann      : kalem, tenang, cerdas, protektif
Tory Senjakala     : tomboy, jahil

b.                 Antagonis  
Ailina                             : berpura-pura baik (munafik)
Celina                             : kasar, manja, suka memaksakan kehendak
Bi Atiek                : berpura-pura baik (munafik)
Kak Nardi             : jahat, keras

c.                  Tritagonis  
Jay                        : bertingkah seperti perempuan
Aldi                       : jahil
Aldo                      : penurut


3.     Cara Pemberian Watak :
Dalam novel  yang berjudul  “Permainan Maut”, pengarang tidak secara lansung menggambarkan penokohan didalam cerita (Dramatik)  tetapi melalui penggambaran fisik atau postur tubuh, cara berpakaian, tingkah laku terhadap tokoh-tokoh lain, dan lingkungan.



4.     Latar
a.                  Latar Tempat      
-         Di kamar Tony
Bukti :  “seekor kucing hitam melompat dari atap, berhenti di depan     jendela kamarku.”
-         Di bagian belakang lantai dasar rumah
Bukti :  “Ada perasaan lega yang menyenangkan saat kami mendekati bagian belakang lantai dasar rumah itu”
-         Ruang bawah tanah
Bukti :  “kami sama-sama terkejut saat menyadari betapa luasnya ruang bawah tanah ini.”


b.                 Latar Waktu
-         Malam hari
Bukti :  “sesekali terdengar bunyi petir menggelegar keras dan dekat, membuatku mengira-ngira pohon manakah yang akan tumbang mala mini.”
-         Pagi hari
Bukti :  “udara pagi yang segar, sinar matahari yang menerpa lembut, pemandangan embun pagi menetes dari dedaunan.”
-         Subuh
Bukti :  “kamu sendiri juga lincah luar biasa subuh-subuh begini, sampai-sampai kelihatan nggak wajar.”

c.                  Latar Suasana
-         Dingin
Bukti :  “bulu kudukku  merinding, membuatku buru-buru mematikan AC, meski begitu kamarku tetap terasa sangat dingin.”
-         Menyenangkan
Bukti :  “suasana di sini sangat menyenangkan.”
-         Menyeramkan
Bukti :  “mendadak aku merasa ngeri setengah mati.”


5.     Alur
1.                 Penyituasian / perkenalan
Tony Senjakala mendapat email dari teman lamanya yang bernama Ailina. Ailina meminta bantuan pada Tony untuk memecahkan misteri yang menimpa keluarganya semenjak dia pindah ke  Pontianak. Awalnya, Tony tidak menghiraukan pesan email itu karena ia punya rencana akan berlibur ke Singapura bersama Jenny, kekasihnya.  Rencananya untuk ke Singapura karena Tony takut kalau Tory, kakaknya, akan ikut dan membuat ulah.

2.          Penampilan Masalah
Tony tidak jadi pergi ke Singapura bersama kekasihnya, dia justru mengadakan latihan dadakan bersama teman-teman klub judo lainnya di Pontianak sekaligus Tony akan mencari tau misteri yang menimpa keluarga Ailina.

3.          Peningkatan Konflik
Ketika Tony mengantarkan, Aldi, Aldo, dan  Jay  untuk kembali ke Jakarta, tiba-tiba jembatan kayu yang menjadi satu-satunya akses jalan keluar roboh. Mereka memutuskan untuk menunda keberangkatan ke Jakarta sampai ada orang yang memperbaiki jembatan kayu itu. Sudah lebih dari satu minggu tapi belum ada yang tau dan memperbaiki jembatan kayu yang roboh itu. Persediaan makanan pun mulai berkurang. Pada suatu sore, Jay, Aldi, dan Aldo memancing di Sungai Kapuas yang terletak di sebelah penginapan. Aldi tidak sengaja didorong oleh Jay sampai Aldi hampir tenggelam di Sungai Kapuas yang konon banyak terdapat buaya.

4.          Klimaks
Tony, Markus, dan Tory sengaja tidak ikut makan malam karena mereka tau kalau makanan itu sudah dicampur dengan obat bius oleh Bi Atiek dan ingin mengetahui penyebab hilangnya anggota klub judo yang terjadi secara misterius. Mereka pura-pura tidur dan ternyata pada tengah malam Bi Atiek yang di bantu Bi Ani membawa Tory ke ruang bawah tanah yang ternyata di sana sudah ada Ailina, Celina, dan Kak Nardi. Tory akan di jadikan sebagai persembahan untuk penyembuhan penyakit kanker darah yang di derita oleh Kak Nardi.

5.          Penyelesaian

Tony dan Markus memaksa Ailina untuk member tahu jalan keluar slain melewati jembatan kayu yang sudah roboh. Ailina menunjukkan pada Markus untuk mengikuti lorong yang ada di ruang bawah tanah dan menunjukkan arah untuk menuju kantor polisi. Setelah polisi dan ambulans datang, Ailina, Celina, Nardi, dan Bi Atiek di tangkap polisi. Sedangkan Jay, dan teman-teman Klub Judo di bawa ambulans.

Sunday, February 8, 2015

ASEAN

ASEAN




1.     
1. Latar Belakang Berdirinya ASEAN
Berdirinya ASEAN dilatarbelakangi oleh faktor-faktor sebagai berikut.


a. Persamaan Letak Geografis
Seluruh negara-negara di Asia Tenggara terletak di antara dua benua, yakni Benua Asia dan Benua Australia, dan di antara dua samudera yaitu Samudra Hindia dan SamudraPasifik. Jadi, berdasarkan letak geografis, negara-negara tersebut merupakan satu regionalatau satu kesatuan wilayah.


b. Persamaan Dasar Kebudayaan
Kawasan Asia Tenggara mempunyai dasar kebudayaan dan bahasa serta tata kehidupan dan pergaulan yang hampir sama, karena mereka sebagai pewaris peradaban rumpun Melayu Austronesia.

c. Persamaan Nasib
Negara-negara Asia Tenggara sama-sama dijajah oleh bangsa Barat, kecuali Thailand. Itulah yang menumbuhkan rasa setia kawan antara bangsa-bangsa di Asia Tenggara.


d. Persamaan Kepentingan
Negara-negara di Asia Tenggara membutuhkan daerah perairan laut, terutama Selat Malaka dan Selat Sunda yang merupakan pintu gerbang di sebelah barat dan menjadi jalan utama bagi lalu lintas serta perdagangan dunia. Di samping itu, adanya kepentingan bersama baik di bidang ekonomi, sosial-budaya, maupun keamanan dan stabilitas politik kawasan, merupakan latar belakang dibentuknya ASEAN.

   2. Terbentuknya ASEAN
Asean (Association of South East Asian Nations) berdiri sesuai Deklarasi Bangkok pada tanggal 8 Agustus 1967 yang ditandatangani oleh lima menteri luar negeri negara-negara di kawasan Asia Tenggara.


3. 5 tokoh pendiri ASEAN, yaitu: 
  a. Adam Malik dari Indonesia
  b. Tun Abdul Razak dari Malaysia
c. Thanat Khoman dari Thailand
d. S. Rajaratnam dari Singapura
e. Narsisco Ramos dari Filipina


4Tujuan ASEAN
Di dalam Deklarasi Bangkok tercantum maksud dan tujuan organisasi ASEAN, antara lain sebagai berikut.
a. Meningkatkan ekonomi, sosial, dan kebudayaan di kawasan Asia Tenggara.
b. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara.
c. Meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknologi dan ilmu pengetahuan bagi negara-negara anggota ASEAN.
d. Mengadakan kerja sama dalam bidang pertanian, industri, perdagangan dan komunikasi.
e. Menyediakan fasilitas latihan dan penelitian bagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara.



Cerpen "Mengapa Kau Mengambilnya"

MENGAPA KAU MENGAMBILNYA?
Karya: Adinda Dwi Rosiana
Ulangan Kenaikan Kelas sudah berakhir. Sekarang seluruh siswa SMPN 1 Ajibarang disibukkan oleh acara class meeting yang diadakan oleh pengurus OSIS SMPN 1 Ajibarang. Adinda contohnya, aku adalah siswi kelas VIIF yang juga disibukkan oleh acara yang satu ini. Acara class meeting ini dimeriahkan oleh berbagai macam lomba antara lain futsal, paduan suara,musikalisasi puisi, dll. Acara class meeting ini sangat menyenangkan sekaligus bisa membuat orang gemas melihatnya. Sudah dua hari acara class meeting ini diadakan, sekarang adalah hari terakhir diadakannya acara tersebut, selanjutnya besok adalah hari penentuan dimana kita harus tinggal kelas atau naik kelas. Dalam hal ini, aku merasakan hal yang bisa jadi dirasakan oleh seluruh siswa yang menerima raport. Yaitu 2 perasaan yang campur aduk. Merasa senang karena setelah ini kita diberi waktu selama tiga minggu untuk liburan dan juga aku merasa takut kalau kita  tidak naik kelas kita pastinya akan malu kan atau engga paling akan dimarahi  sama orang tua kita habis-habisan. Rasa-rasanya ini adalah penentuan hidup dan matinya aku. Hari yang di tunggu-tunggu pun datang, seluruh wali siswa diminta untuk datang mengambil raport karena raport tidak boleh di ambil oleh siswa itu sendiri. Setelah hasil belajar selama satu tahun pelajaran di umumkan, aku merasa kecewa karena nilai yang diumumkan sama pak Hartana tidak sesuai dengan keinginanku. Ya, pak Hartana adalah wali kelas VII F yang sangat aku cintai ini.
“Sudahlah, menyesali sesuatu yang sudah terjadi itu akan sia-sia. Aku                      syukuri saja apa yang ada toh masih mending aku naik ke kelas VIII dari           pada menanggung malu yang tidak dapat ditutupi ini”. Ucapku dalam hati.
Pembagian kelas dilakukan satu minggu sebelum aku masuk. Ahhh.., aku berharap aku berada di kelas bawah yang sudah menjadi impianku. Akhirnya setelah 2 minggu liburan, aku berangkat sekolah untuk mendaftar ulang dan untuk pembagian kelas. Tetapi, dalam perjalananku ke sekolah aku melihat teman sekolahku dulu sedang merokok. Sungguh miris hatiku ini melihat hal semacam itu. Setelah sampainya aku di sekolah, aku melihat teman-temanku yang sedang berdesak-desakan di depan papan pengumuman. Aku pun langsung menghampiri mereka. Aku pun langsung ikut berdesak-desakan untuk melihat dimana kelas VIII ku sekarang. Alhamdulillah, akhirnya aku berada di kelas bawah. Ya, rasa senang ku ini tak terbendung ketika melihat namaku di deretan kelas VIII B. Tapi aku sedih karena aku tidak sekelas dengan sahabatku, Putri. Tak apa, toh juga aku dan Putri masih satu sekolah. Berbeda dengan Ara, salah satu sahabat kami yang pindah sekolah karena orang tuanya pindah ke luar kota.
Salah satu temanku datang menghampiriku dan bertanya di kelas apa sekarang aku ini. Ya. Anika adalah salah satu teman sekelasku sekarang. Setelah bercakap-cakap lumayan lama dengan Anika, suara yang tak asing pun terdengar di telinga kami. Itu adalah suara yang berasal dari kantor guru. Setelah mendengar pengumuman tersebut, aku dan Anika pun langsung menuju ke kelas VIIIB. Dan sekarang Anika adalah teman sebangku ku di kelas VIII B.
Hari pertama aku menjadi anak kelas VIII, seperti kelas 7 dulu rasanya terasa asing bagiku di kelas baruku ini. Teman-teman yang berbeda, guru berbeda rasanya aku seperti anak baru saja. Hari demi hari ku isi dengan hal yang baru. Dan sekarang aku sudah punya 2 sahabat baru yang sangat baik kepadaku. Selalu ada di sisiku suka maupun duka. 2 sahabat ku ini adalah Nindya dan frida. Suatu hari, ibuku sering sakit-sakitan entah apa sebabnya. walau sudah 2 kali ibuku berobat, keaadannya tetap sama saja engga ada perubahan. Alasan yang diberikan oleh dokter sama saja. “ibu engga papa kok, istirahat aja beberapa hari ini”. Kata dokter yang memeriksa ibuku. Walau begitu, aku masih tetap saja cemas menghawatirkan keaadan ibuku yang keadaannya masih tetap saja sama.
“Ibu, ayo kita kedokter lagi aja ya?, nanti jadi tambah parah lho kalau tidak dibawa ke dokter.”tanyaku ke ibuku.
“Engga lah, Din. Ibu engga papa kok. Cuma pusing sama sakit perut doang kok. Besok juga pasti sembuh, lagian obat yang dari dokter sama dari PMI juga masih ada.”jawab ibuku dengan enteng.
“obat yang dari dokter dan PMI sudah jangan diminum lagi, percuma saja kalau diminum obatnya, ibu juga gak ada perubahannya selama minum obat ini”. Perintah ku pada ibuku.
“Iya iya...Dinda. lagian besok juga kakakmu akan pulang. Nanti ibu akan ke dokter bersama kak Lidha.” Jawab ibuku menghapus kekhawatiranku.
Ternyata benar besoknya kak Lidha memang pulang. kak Lidha adalah satu-satunya kakakku yang paling aku sayang. Semenjak kak Lidha lulus SMP, kak Lidha memang jarang dirumah karena dia bersekolah di salah satu SMA di Purwokerto jadi dia nge-kos di sana. Dan selah lulus dari SMA, kak Lidha melanjutkan kuliah di Salah satu universitas di Solo.
Ayahku mengajakku dan ibuku untuk ikut menjemput kak Lidha di stasiun kereta api sekalian pergi ke acara lauching mobil di salah satu delear di Purwokerto. Kami memang sering di undang untuk menghadiri acara tersebut, memang ayahku itu adalah pengguna kendaraan yag sangat setia. Kami terlebih dahulu menjemput kak Lidha karena kereta sebentar lagi akan tiba. Sambil menunggu kereta, aku ngobrol sebentar dengan saudaraku yang kebetulan keluarga mereka juga di undang dalam acara yang sama dengan ku.
“Din, kamu udah tahu belum, denger-denger Kak Triana itu tadi sore kecelakaan?”tanya Isna kepadaku.
“Ha,?kecelakaan? dimana?parah ga?”tanyaku agak cemas.
“Iya, katanya sih di karang lewas deket pasar, gak tau tuh aku  cuma dengernya segitu doang”jawab Isna sambil minum jus alpokat kesukaannya.
Tak terasa kereta yang dinaiki kakakku pun sudah tiba. Akupun disuruh untuk mencari kakakku itu. Lumayan lama aku mencari-cari kakakku akhirnya ketemu juga. Aku agak kecewa setelah melihat kakakku tak membawa barang yang aku inginkan. Aku pun melambai-lambaikan tanganku supaya kakakku melihat aku.
“Dari mana aja sih, Din. Dicari-cari malah gak ketemu-temu”tanya kakakku agak marah karena lama menunggu.
“Kakak tu yang dari mana, aku udah cape nih cari-cari kakak.”jawabku dengan sedikit ngambek.
“Kakak ya dari tadi disini aja. Sudah ahh..ehh kamu sama siapa?”tanya kakakku padaku.
“sama ayah, ibu, budhe, Isna, dan Khilma”jawabku pada kak Lidha.
“Kak, kakak ga bawa pesenanku sih?”tanyaku sambil melihat-lihat barang   bawaan kak Lidha.
“Engga, Din, kakak lupa. Maaf ya.. lain kali kakak ga lupa lagi deh.
Itu yang ikut rame amat. Emang ada acara apa?”tanya kak Lidha dengan rasa penasarannya.
“ya udah deh, tapi janji ya!.
itu tu, biasa.., ayah diundang ke acara launching mobil.”jawabku
“Oh.. berarti makan-makan nih, asyikk..”jawab kakakku dengan senangnya.
“Udah ah, ayo kita pergi. Nanti keburu diomelin sama ibu.”ucapku dambil membatu kak Lidha membawa bawaannya.
Setelah sudah sampai di mobil, ternyata kami sudah ditunggu-tunggu oleh semua orang yang ada di dalam mobil bermerk kijang inova ini. Setelah semuanya sudah siap kami langsung menuju tujuan utama kami. Di dalam mobil aku pun bertanya kepada ibuku apa yang tadi di ceritakan oleh Isna.
“Bu, apa tadi sore kak Triana kecelakaan?” tanyaku pada ibuku.
“Iya, Din. Tapi ga papa kok cuma srempetan sama motor lain”jawab ibuku dengan tenangnya.
Aku sedikit bingung, kenapa ayahku berhenti di depan klinik dokter kandungan, setelah ibuku turun, aku sedikit mengira mungkin ibu mau pasang KB. Tapi setelah ibuku naik mobil lagi, kakakku pun bertanya pada ibuku, bagaimana hasil pemeriksaannya. Dan yang tambah aku bingung lagi, ibu memberikan 2 buah foto kepada kakakku. Tenyata foto itu adalah hasil USG ibuku. Yang paling mengejutkan lagi, foto itu adalah foto janin yang ada di dalam perut ibuku. Wah sebuah kejutan yang sangat berkesan bagiku. Ternyata ibuku selama ini sering sakit karena hamil. Aku pun senang karena sebentar lagi punya adik kecil yang selama ini aku inginkan. Tapi setelah dipikir-pikir, kalau aku mempunyai adik, nanti aku sudah tidak disayang lagi. Rasa cemas pun muncul pada diriku.
“Dinda, Lidha, kalian sebentar lagi mau punya adik nih”ucap budheku pada kami berdua.
“asik-asik sebentar lagi punya sepupu baru nih”ucap Isna dengan senangnya.
“tuh, kan bu.. Omongan aku terbukti. Coba aja dari dulu ibu itu langsung ke dokter kandungan” ucap kak Lidha dengan bersemangatnya.
“lah ibu kira ini Cuma sakit biasa. Kan gejalanya juga sama kaya orang sakit lainnya. ya kita syukuri saja kamu punya adik lagi.”ucap ibuku sambil menunjukkan foto tadi pada ayahku.
Tak terasa kita sudah sampai di depan hotel tersebut. acaranya sepertinya sudah dimulai kami pun langsung masuk dan menikmati makan malam. Kulihat ibuku mual-mual mulu ketika makan, jadi ibu akhirnya hanya hanya bisa duduk dan melihat saja orang-orang yang sedang menyantap makan malam mereka.
Pagi harinya, aku langsung bercerita sama teman sebangkuku, Anika.
Apa yang aku dengar tadi malam aku ceritakan kembali pada Anika. Anika pun juga merasakan hal yang sama denganku. Dia turut senang atas kehamilan ibukku. Aku juga memberi tahu sahabatku Putri, Frida, dan Nindya. Mereka juga memberikan reaksi yang sama.
Setelah aku mengetahui ibuku hamil aku harus lebih berbaik hati pada ibuku. Hari demi hari kulakukan dengan membantu pekerjaan ibuku supaya ibuku tidak terlalu kecapean.
Ada  suatu peristiwa yang mengejutkan  terjadi saat aku sedang les di salah satu bimbel di Purwokerto. Ironisnya, aku tidak diberi tahu kalau ibuku keguguran. Tahu-tahu nyampe dirumah sudah banyak orang yang berada dirumahku. Salau satu kerabatku menghampiriku dan dia bilang.
            “Dinda, kamu ga jadi punya adik kecil. Ga papa yah”.
Aku pun bingung dengan perkataan kerabatku itu. Sepertinya tidak mungkin. Baru saja aku mengetahui ibuku hamil 10 hari yang lalu. Tapi sekarang aku mengetahui dede bayi sudah ga ada?. Akupun menemui dan bertanya langsung kepada ibuku yang sedang terbaring tidur setelah dikiret. Dan memang benar, tetapi aku masih belum percaya ini. Aku berusaha untuk menerimanya dengan tabah dan ikhlas.
            10 hari yang lalu aku memberitahu teman-teman dekatku bahwa ibuku hamil dan sebentar lagi aku akan mempunyai adik kecil yang sangat lucu. Dan sekarang aku memberi tahu kepada mereka kabar bahwa ibuku keguguran. Reaksi mereka pun berubah dari senang menjadi sedih, begitu juga denganku.
            Aku pun selalu mendoakan adikku yang malang itu, sempat aku berfikir kenapa Allah mengambil adikku dengan cepat. Kami bahkan baru mengetahui 10 hari yang lalu, kenapa Engkau mengambinya dari kami?kalimat itu yang sering aku pikirkan.
*TAMAT*











Cerpen "Kesederhanaan Seorang Teman"

Kesederhanaan Seorang Teman
Karya: Aziz Budi Santoso
               Namaku Aziz, umurku 14 tahun. Aku anak laki-laki. Aku anak pertama dari 3 bersaudara. Aku sekarang bersekolah di SMP N 1 Ajibarang, yang termasuk Sekolah favorit di daerahku. Awal saya masuk Sekolah dijadikan hanya untuk perkenalan. Salah satu teman yang aku sudah kenal ternyata memiliki kesederhanaan yang luar biasa. Namanya Doni, dia juga laki-laki. Dia memakai sepatu yang sepertinya bekas kakaknya ataupun diberi oleh tetangganya.
               Bel istirahatpun berbunyi. Tetapi saya malah mengobrol dengan Doni si anak yang mempunyai kesederhanaan itu.
               “Hai, kamu sih anak mana ?” tanyaku.
Tetapi dia tidak mau menjawab.
               Bel pulang pun berbunyi, tetapi aku tidak langsung bergegas pulang. Karena aku menunggu teman dulu yang arah pulangnya sama, yang bernama Erik. Lagi-lagi aku melihat Doni, sepertinya dia rumahnya dekat, karena dia pulang dengan jalan kaki. Aku berpikir dalam hati. “Mengapa yah dia berpenampilan sederhana, apa alasannya ?” pikiranku semakin membuat aku penasaran saja. Akhirnya Erik temanku pulang juga, kita berdua pulang bersama-sama. Karena rumah kami terbilang cukup jauh, kami pulang mengendarai Bus.
               Tak lama kemudian kami duduk di bangku Bus. Seperti biasa, ada pengamen yang bernyanyi di dalam Bus. Aku memberikan uang recehan kepada pengamen itu, sekitar 500 rupiah. Bus pun melaju, tetapi aku masih memikirkan temannku Doni. Kemudian aku bertanya kepada temanku Erik. “Rik, kamu kenal ngga sama Doni, yang memiliki kesederhanaan itu ?” dia pun menjawab “Oh anak itu, yang memiliki kesederhanaan, ya aku kenal.” Kemudian aku bertanya lagi. “Kamu tahu ngga alasannya Doni berpenampilan sederhana ?” Erik pun menjawab. “Mungkin karena ekonomi keluarganya yang kurang atau kenapa, entah lah aku juga tidak mengerti.”
               Mendengar jawaban Erik, aku berpikir ada benarnya juga alasan Erik. Kami pun sampai ditempat tujuan, rumah kami berdekatan. Erik lebih dulu masuk kerumahnya, karena rumahku lebih jauh sedikit. Aku pun melangkah demi langkah menuju rumahku, waktu sudah sore, aku langsung mandi dan seperti biasa aku melaksanakan kewajibanku yaitu Shalat Maghrib. Sesudah melakukan kewajibanku, aku langsung makan dengan lahapnya, tetapi aku terpikir pada Doni. “Apakah dia sudah makan, ekonomi keluarganya pun terbilang susah.”
               Sesudah makan aku melanjutkan dengan belajar, selanjutnya saya bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudlu. Kemudian saya melakukan Shalat Isya, setelah itu saya menonton Televisi terlebih dahulu. Seperti biasa saya hanya menonton berita olahraga khususnya sepak bola karena saya suka sekali dengan olahraga itu. Setelah beberapa menit saya langsung menuju kamar tidurku, karena saya sangat lelah saya langsung tidur dengan nyenyak.
               Tidak disadari ternyata hari sudah pagi, matahari menunjukan manfaatnya. Saya langsung bergegas menuju kamar mandi dan tidak lupa mengambil air wudlu. Setelah berkemas-kemas saya langsung berangkat sekolah bersama Erik. Setelah sampai disekolah kulihat Doni dengan penampilannya yang pasti sederhana. Bel pulangpun berbunyi saya masih penasaran dengan Doni, akhirnya saya mengikuti sampai kerumah Doni. Kulihat Ibunya sedang menggendong adik Doni, dan ayahnya sedang membuat keajinan tangan.
               “Don, ternyata rumahmu disini ?” tanyaku.
               “Eh Aziz, kamu kesini ngapain ?” jawabnya.
               “Karena aku penasaran jadi aku mengikutimu.”
               “Ya beginilah kehidupanku Ziz, ekonomi keluargaku terbatas.”
Melihat adik Doni yang sedang menangis di pangkuan Ibunya, hatiku terketuk untuk memberikan barang berharga ataupun uang.
               “Don, ini aku ada uang mungkin bisa menambah kebutuhanmu sehari-hari.”
               “Ngga usah Ziz, ngga usah.”
               “Udah ini diterima saja, itung-itung aku bersedekah.”
               “Terima kasih ya Ziz, aku sangat senang berteman denganmu.” Jawab Doni.
Kemudian saya pun berpamitan kepada orang tua Doni, karena saya akan berkemas untuk pulang.
               Rasa penasaranku pun berubah menjadi pengalaman yang luar biasa. Aku sangat senang karena aku bisa bermanfaat bagi orang lain. Sesudah itupun pertemanan kami terjalin dengan sangat erat dan saya sering memberikan sedekah kepada Doni ataupun keluarganya.