Saturday, February 28, 2015

Menganalisis Unsur Instrinsik Novel Remaja



Menganalisis Unsur Intrinsik Novel Remaja
“Permainan Maut”


1.     Tema                              : Horor

2.     Penokohan 
a.                  Protagonis
Tony Senjakala    : suka membantu teman, bertanggung jawab
Markus  Mann      : kalem, tenang, cerdas, protektif
Tory Senjakala     : tomboy, jahil

b.                 Antagonis  
Ailina                             : berpura-pura baik (munafik)
Celina                             : kasar, manja, suka memaksakan kehendak
Bi Atiek                : berpura-pura baik (munafik)
Kak Nardi             : jahat, keras

c.                  Tritagonis  
Jay                        : bertingkah seperti perempuan
Aldi                       : jahil
Aldo                      : penurut


3.     Cara Pemberian Watak :
Dalam novel  yang berjudul  “Permainan Maut”, pengarang tidak secara lansung menggambarkan penokohan didalam cerita (Dramatik)  tetapi melalui penggambaran fisik atau postur tubuh, cara berpakaian, tingkah laku terhadap tokoh-tokoh lain, dan lingkungan.



4.     Latar
a.                  Latar Tempat      
-         Di kamar Tony
Bukti :  “seekor kucing hitam melompat dari atap, berhenti di depan     jendela kamarku.”
-         Di bagian belakang lantai dasar rumah
Bukti :  “Ada perasaan lega yang menyenangkan saat kami mendekati bagian belakang lantai dasar rumah itu”
-         Ruang bawah tanah
Bukti :  “kami sama-sama terkejut saat menyadari betapa luasnya ruang bawah tanah ini.”


b.                 Latar Waktu
-         Malam hari
Bukti :  “sesekali terdengar bunyi petir menggelegar keras dan dekat, membuatku mengira-ngira pohon manakah yang akan tumbang mala mini.”
-         Pagi hari
Bukti :  “udara pagi yang segar, sinar matahari yang menerpa lembut, pemandangan embun pagi menetes dari dedaunan.”
-         Subuh
Bukti :  “kamu sendiri juga lincah luar biasa subuh-subuh begini, sampai-sampai kelihatan nggak wajar.”

c.                  Latar Suasana
-         Dingin
Bukti :  “bulu kudukku  merinding, membuatku buru-buru mematikan AC, meski begitu kamarku tetap terasa sangat dingin.”
-         Menyenangkan
Bukti :  “suasana di sini sangat menyenangkan.”
-         Menyeramkan
Bukti :  “mendadak aku merasa ngeri setengah mati.”


5.     Alur
1.                 Penyituasian / perkenalan
Tony Senjakala mendapat email dari teman lamanya yang bernama Ailina. Ailina meminta bantuan pada Tony untuk memecahkan misteri yang menimpa keluarganya semenjak dia pindah ke  Pontianak. Awalnya, Tony tidak menghiraukan pesan email itu karena ia punya rencana akan berlibur ke Singapura bersama Jenny, kekasihnya.  Rencananya untuk ke Singapura karena Tony takut kalau Tory, kakaknya, akan ikut dan membuat ulah.

2.          Penampilan Masalah
Tony tidak jadi pergi ke Singapura bersama kekasihnya, dia justru mengadakan latihan dadakan bersama teman-teman klub judo lainnya di Pontianak sekaligus Tony akan mencari tau misteri yang menimpa keluarga Ailina.

3.          Peningkatan Konflik
Ketika Tony mengantarkan, Aldi, Aldo, dan  Jay  untuk kembali ke Jakarta, tiba-tiba jembatan kayu yang menjadi satu-satunya akses jalan keluar roboh. Mereka memutuskan untuk menunda keberangkatan ke Jakarta sampai ada orang yang memperbaiki jembatan kayu itu. Sudah lebih dari satu minggu tapi belum ada yang tau dan memperbaiki jembatan kayu yang roboh itu. Persediaan makanan pun mulai berkurang. Pada suatu sore, Jay, Aldi, dan Aldo memancing di Sungai Kapuas yang terletak di sebelah penginapan. Aldi tidak sengaja didorong oleh Jay sampai Aldi hampir tenggelam di Sungai Kapuas yang konon banyak terdapat buaya.

4.          Klimaks
Tony, Markus, dan Tory sengaja tidak ikut makan malam karena mereka tau kalau makanan itu sudah dicampur dengan obat bius oleh Bi Atiek dan ingin mengetahui penyebab hilangnya anggota klub judo yang terjadi secara misterius. Mereka pura-pura tidur dan ternyata pada tengah malam Bi Atiek yang di bantu Bi Ani membawa Tory ke ruang bawah tanah yang ternyata di sana sudah ada Ailina, Celina, dan Kak Nardi. Tory akan di jadikan sebagai persembahan untuk penyembuhan penyakit kanker darah yang di derita oleh Kak Nardi.

5.          Penyelesaian

Tony dan Markus memaksa Ailina untuk member tahu jalan keluar slain melewati jembatan kayu yang sudah roboh. Ailina menunjukkan pada Markus untuk mengikuti lorong yang ada di ruang bawah tanah dan menunjukkan arah untuk menuju kantor polisi. Setelah polisi dan ambulans datang, Ailina, Celina, Nardi, dan Bi Atiek di tangkap polisi. Sedangkan Jay, dan teman-teman Klub Judo di bawa ambulans.

No comments:

Post a Comment