Menganalisis
Unsur Intrinsik Novel Remaja
“Permainan
Maut”
1. Tema : Horor
2.
Penokohan
a.
Protagonis
Tony Senjakala : suka membantu teman, bertanggung jawab
Markus Mann :
kalem, tenang, cerdas, protektif
Tory Senjakala : tomboy, jahil
b.
Antagonis
Ailina :
berpura-pura baik (munafik)
Celina :
kasar, manja, suka memaksakan kehendak
Bi Atiek : berpura-pura baik
(munafik)
Kak
Nardi :
jahat, keras
c.
Tritagonis
Jay :
bertingkah seperti perempuan
Aldi : jahil
Aldo : penurut
3. Cara
Pemberian Watak :
Dalam
novel yang berjudul “Permainan Maut”, pengarang tidak secara
lansung menggambarkan penokohan didalam cerita (Dramatik) tetapi melalui penggambaran fisik atau postur
tubuh, cara berpakaian, tingkah laku terhadap tokoh-tokoh lain, dan lingkungan.
4.
Latar
a.
Latar Tempat
-
Di kamar Tony
Bukti : “seekor kucing hitam melompat dari atap,
berhenti di depan jendela kamarku.”
-
Di bagian
belakang lantai dasar rumah
Bukti : “Ada perasaan lega yang menyenangkan saat
kami mendekati bagian belakang lantai dasar rumah itu”
-
Ruang bawah
tanah
Bukti : “kami sama-sama terkejut saat menyadari
betapa luasnya ruang bawah tanah ini.”
b.
Latar Waktu
-
Malam hari
Bukti : “sesekali terdengar bunyi petir menggelegar
keras dan dekat, membuatku mengira-ngira pohon manakah yang akan tumbang mala
mini.”
-
Pagi hari
Bukti : “udara pagi yang segar, sinar matahari yang
menerpa lembut, pemandangan embun pagi menetes dari dedaunan.”
-
Subuh
Bukti : “kamu sendiri juga lincah luar biasa
subuh-subuh begini, sampai-sampai kelihatan nggak wajar.”
c.
Latar Suasana
-
Dingin
Bukti : “bulu kudukku
merinding, membuatku buru-buru mematikan AC, meski begitu kamarku tetap
terasa sangat dingin.”
-
Menyenangkan
Bukti : “suasana di sini sangat menyenangkan.”
-
Menyeramkan
Bukti : “mendadak aku merasa ngeri setengah mati.”
5.
Alur
1.
Penyituasian /
perkenalan
Tony Senjakala mendapat email
dari teman lamanya yang bernama Ailina. Ailina meminta bantuan pada Tony untuk
memecahkan misteri yang menimpa keluarganya semenjak dia pindah ke Pontianak. Awalnya, Tony tidak menghiraukan
pesan email itu karena ia punya rencana akan berlibur ke Singapura bersama
Jenny, kekasihnya. Rencananya untuk ke
Singapura karena Tony takut kalau Tory, kakaknya, akan ikut dan membuat ulah.
2. Penampilan
Masalah
Tony tidak jadi pergi ke
Singapura bersama kekasihnya, dia justru mengadakan latihan dadakan bersama
teman-teman klub judo lainnya di Pontianak sekaligus Tony akan mencari tau
misteri yang menimpa keluarga Ailina.
3. Peningkatan
Konflik
Ketika Tony mengantarkan, Aldi,
Aldo, dan Jay untuk kembali ke Jakarta, tiba-tiba jembatan
kayu yang menjadi satu-satunya akses jalan keluar roboh. Mereka memutuskan
untuk menunda keberangkatan ke Jakarta sampai ada orang yang memperbaiki
jembatan kayu itu. Sudah lebih dari satu minggu tapi belum ada yang tau dan
memperbaiki jembatan kayu yang roboh itu. Persediaan makanan pun mulai
berkurang. Pada suatu sore, Jay, Aldi, dan Aldo memancing di Sungai Kapuas yang
terletak di sebelah penginapan. Aldi tidak sengaja didorong oleh Jay sampai
Aldi hampir tenggelam di Sungai Kapuas yang konon banyak terdapat buaya.
4. Klimaks
Tony, Markus, dan Tory sengaja
tidak ikut makan malam karena mereka tau kalau makanan itu sudah dicampur
dengan obat bius oleh Bi Atiek dan ingin mengetahui penyebab hilangnya anggota
klub judo yang terjadi secara misterius. Mereka pura-pura tidur dan ternyata
pada tengah malam Bi Atiek yang di bantu Bi Ani membawa Tory ke ruang bawah
tanah yang ternyata di sana sudah ada Ailina, Celina, dan Kak Nardi. Tory akan
di jadikan sebagai persembahan untuk penyembuhan penyakit kanker darah yang di
derita oleh Kak Nardi.
5. Penyelesaian
Tony dan Markus memaksa Ailina
untuk member tahu jalan keluar slain melewati jembatan kayu yang sudah roboh.
Ailina menunjukkan pada Markus untuk mengikuti lorong yang ada di ruang bawah
tanah dan menunjukkan arah untuk menuju kantor polisi. Setelah polisi dan ambulans
datang, Ailina, Celina, Nardi, dan Bi Atiek di tangkap polisi. Sedangkan Jay,
dan teman-teman Klub Judo di bawa ambulans.
No comments:
Post a Comment